Aku dan kampung halamanku


 Halo gaisssss!!! Nama ku anisa, aku di besarkan di kampung yang indah dan nyaman,kampung yang sejuk nan damai Sentosa kampung ku bernama parit wa’gattak,jika kalian bertanya mengapa kampung ku bernama parit wa’gattak,kerena yang membuka perkampungan ini bernama wak gattak,yang dulunya hutan belantara kini menjadi kampung yang ramai penghuninya,aku senang karena di besarkan di daerah kampung seperti ini,aku lebih bisa leluasa bermain.

Ayah dan ibuku memang membiarkan ku bermain apa saja yang positif ku lakukan makanya jika di kaitkan dengan anak kota belum ada apa-apanya heheh.

Jika ku ingat lagi 10 tahun lalu, waktu kecilku saat pergi kesekolah,saat itu kampungku jalannya masih becek dan jelek,jadi kami yang bersekolah harus berjalan kaki dan melepas sepatu kami agar tidak kotor,betapa bersemangat kami demi sekolah, tetapi sekarang sudah tidak lagi, kampungku sudah jauh lebih baik.

Kampungku dulu seperti hutan belantara,jalan yang becek dan jelek,lampu jalan seadanya,serta penduduk yang sedikit karena sudah banyak yang pindah kata nenekku. Namun sekarang sudah berubah,sekarang di kampungku sudah banyak perumahan-perumahan yang di bangun,tapi tidak mengurangi rasa nyaman dan sejuk di kampungku,sekarang pun sudah banyak lampu jalan di sini.serta jalan yang sudah di aspal membuatku tak lagi kesulitan.

Namun di kampungku ada cerita mistis yaitu banyak nya orang melihat sosok astral di sini,karna kono katanya di sini banyak sekali penunggu-penunggunya.

Di perempatan kampungku ada jembatan yang ku ketahui dari cerita penduduk di sini ialah jika maju terus ke sebelah kiri maka ada kekuatan jahat namun jika ke sebelah kanan maka kekuatan baik,bahkan tak jarang ada yang di ganggu oleh makhluk astral tersebut,walaupun hanya sekedar lewat saja namun meresahkan dan membuat takut penduduk. 

Nenek dan kakekku juga pernah melihat makhluk-makhluk tersebut,namun mereka sudah terbiasa katanya, bahkan banyak juga yang melihat seperti pocong dijembatan dan kuntilanak merah,tapi aku tidak tahu namun aku percaya bahwa makhluk itu pasti ada.

 Demikian sekilas tentang kampungku.